Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak hanya fokus pada sektor transportasi dan layanan publik. Melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) serta anak perusahaan yang terafiliasi, Pemprov DKI Jakarta melebarkan sayap bisnisnya ke sektor perhotelan yang tersebar di berbagai titik strategis.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan informasi resmi masing-masing perusahaan, aset-aset akomodasi tersebut berada di lokasi-lokasi penting mulai dari jantung ibu kota, kawasan Jakarta Utara, hingga kawasan wisata terpadu Ancol dan wilayah penyangga seperti Bogor.
Portofolio pertama yang mencuri perhatian adalah The Tavia Heritage Hotel. Hotel ini dikelola oleh PT Jakarta Tourisindo (Jaktour), salah satu BUMD andalan Pemprov DKI Jakarta yang bergerak di bidang pariwisata dan perhotelan.
Mengusung arsitektur bergaya klasik era kolonial, The Tavia Heritage Hotel menawarkan sebanyak 230 kamar dengan lokasi yang sangat strategis di pusat kota, dekat dengan fasilitas transportasi umum dan pusat perniagaan.
Selain Jaktour, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) juga tercatat memiliki portofolio di industri perhotelan melalui kerja sama strategis yang dijalin sejak tahun 2012 silam.
Kerja sama tersebut melahirkan Aston Pluit Hotel & Residence, di mana Jakpro menggandeng jaringan manajemen internasional Aston untuk menghadirkan layanan akomodasi berstandar tinggi di kawasan Pluit, Jakarta Utara.
Menurut analisis dari tim redaksi, ekspansi bisnis perhotelan yang dilakukan oleh BUMD DKI Jakarta ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat pendapatan asli daerah sekaligus mendukung sektor pariwisata ibu kota secara berkelanjutan.
Pengamatan awak media menunjukkan bahwa keberadaan hotel-hotel milik BUMD ini juga memberikan multiplier effect bagi perekonomian lokal, membuka lapangan kerja baru, serta meningkatkan daya saing industri pariwisata Jakarta di kancah nasional.