Aktivitas kebugaran rutin kini bukan lagi sekadar ajang membentuk otot semata, melainkan sarana transformatif bagi kaum rentan. Sebuah program latihan kekuatan gratis bernama NCSF Uplift di Singapura hadir khusus untuk merangkul para penyandang kebutuhan khusus, mulai dari penyandang disabilitas intelektual, autisme, hingga hambatan fisik, pendengaran, maupun penglihatan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan media, antusiasme tinggi ditunjukkan oleh salah satu peserta bernama Malcolm Ho yang berusia 30 tahun dan mengidap Down syndrome. Sang ayah, Alex Ho, menceritakan bagaimana putranya selalu siaga berdiri di dekat pintu rumah lima menit lebih awal setiap kali jadwal latihan tiba, bahkan mendesak ayahnya agar segera berangkat ke tempat fitness tersebut.
Dari analisis tim redaksi, keberhasilan program inklusif ini terletak pada pendekatan personal yang diterapkan oleh para pelatih sukarela di sana. Setiap porsi latihan disesuaikan secara cermat dengan kemampuan masing-masing peserta yang akrab disapa sebagai "buddies" demi menciptakan suasana yang aman dan ramah bagi perkembangan mental maupun fisik mereka.
Sebagaimana diungkapkan oleh salah satu pendiri program, Chung Tze Khit, fleksibilitas menjadi kunci utama dalam mendampingi para peserta berkebutuhan khusus. "If someone needs more time, more encouragement, or a different approach, that is perfectly fine over here," ujar Chung Tze Khit mengenai komitmen mereka dalam merangkul keberagaman kemampuan setiap individu.
Bahkan ketika peserta mengalami perubahan suasana hati yang kurang mendukung, para relawan berpengalaman seperti Francis Chan siap mengubah metode latihan menjadi lebih santai. Melalui pendekatan yang penuh empati dan kesabaran tinggi, gym ini sukses bertransformasi menjadi ruang komunitas yang hangat layaknya rumah kedua bagi ratusan anggotanya.