Kelompok ekonomi berkembang yang tergabung dalam BRICS akhirnya berhasil mencapai kata sepakat terkait rancangan deklarasi bersama. Berdasarkan laporan yang dihimpun dari berbagai sumber diplomatik pada Sabtu, pencapaian ini dinilai sebagai sebuah terobosan penting di tengah gelombang ketegangan geopolitik global yang kian memanas.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Perdana Menteri India Narendra Modi dalam pidato pembukaannya di New Delhi menyatakan bahwa kelompok tersebut kini telah matang dan saatnya menerjemahkan solidaritas bersama menjadi aksi nyata. Pertemuan tingkat tinggi ini diselenggarakan di tengah bayang-bayang konflik berkepanjangan serta ketegangan antara Iran dan Uni Emirat Arab terkait situasi di kawasan Teluk.
Berdasarkan analisis awak media, negosiasi yang alot berhasil dijembatani berkat diplomasi aktif yang dimotori oleh India selaku tuan rumah. Tim perunding dilaporkan sepakat untuk memasukkan poin pengutukan terhadap agresi sepihak tanpa harus menyebut secara spesifik negara tertentu, sebuah kompromi krusial demi meredam perbedaan pandangan di antara anggota.
Sejumlah pemimpin dunia tampak hadir langsung dalam forum strategis ini, di antaranya Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Tiongkok Xi Jinping, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, serta Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa. Kehadiran para tokoh penting tersebut menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat pengaruh ekonomi global sekaligus mendesak reformasi lembaga internasional.
Dalam sesinya, Presiden Tiongkok Xi Jinping menekankan pentingnya bagi negara-negara anggota untuk berada di jalur sejarah yang tepat guna mengarahkan tatanan internasional menuju keadilan yang merata. Sementara itu, Perdana Menteri Narendra Modi kembali menyuarakan reformasi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa agar suara negara berkembang lebih didengar.