Chairman sekaligus pendiri Oracle Corp., Larry Ellison, membuat keputusan mengejutkan dengan membatalkan rencana pelepasan hingga 50 juta lembar saham perusahaan teknologi raksasa tersebut. Langkah pembatalan ini diumumkan hanya berselang sehari setelah dokumen pengungkapan publik mengenai rencana divestasi saham bernilai fantastis itu dirilis ke hadapan publik.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis awak media, program penjualan saham yang sebelumnya dirancang melalui skema perdagangan khusus ini sejatinya mencakup nilai sekitar 7,5 miliar dolar AS saat pertama kali disusun. Namun, fluktuasi pasar yang terjadi membuat valuasi aset tersebut sempat menyentuh angka 8,75 miliar dolar AS sebelum akhirnya saham Oracle mengalami koreksi harga sebesar 16 persen.
Pihak manajemen Oracle menegaskan bahwa tidak ada satu pun lembar saham yang benar-benar berpindah tangan atau dilepas di bawah rencana tersebut. "Tidak ada saham Oracle yang terjual di bawah rencana itu, dan dia tidak memiliki rencana lain untuk menjual sahamnya," demikian pernyataan resmi perusahaan sebagaimana dilaporkan oleh berbagai media keuangan internasional.
Keputusan untuk menghentikan aksi jual ini dinilai sebagai langkah strategis yang tepat untuk meredakan kekhawatiran para investor di tengah ketidakpastian pasar. Terlebih lagi, raksasa teknologi berbasis cloud ini belakangan sedang menghadapi sorotan tajam akibat beban belanja modal yang masif terkait kecerdasan buatan atau artificial intelligence untuk klien seperti OpenAI.
Tekanan finansial tersebut turut tecermin dari langkah efisiensi agresif yang diambil perusahaan, termasuk pemangkasan ribuan tenaga kerja guna menyelamatkan arus kas internal. Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa langkah Larry Ellison menahan kepemilikan sahamnya ini diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan pasar sekaligus menstabilkan posisi perusahaannya di tengah ketatnya persaingan industri teknologi global.