Laga penuh gengsi antara Persija Jakarta kontra Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, menyisakan cerita menarik dari juru taktik Macan Kemayoran. Pelatih Shin Tae-yong secara blak-blakan mengakui keputusannya menurunkan dua pilar muda sejak menit awal.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dalam pertandingan yang mempertemukan dua rival abadi tersebut, pelatih yang akrab disapa STY itu mempercayakan posisi penyerang sayap kepada Arlyansyah Abdulmanan dan Rayhan Hannan. Keputusan ini dinilai cukup berani mengingat atmosfer pertandingan sangat masif di hadapan puluhan ribu Jakmania.
Berdasarkan analisis awak media, langkah strategis ini diambil bukan tanpa alasan yang matang. STY sengaja memberikan panggung besar agar mental bertanding para pemain muda jebolan akademi tersebut teruji secara maksimal di bawah tekanan tinggi.
"Bagaimana pun juga, pemain muda seperti Hannan dan Arly mungkin merasa tertekan bertanding di laga besar dan di hadapan banyak suporter seperti ini," kata STY dalam keterangannya.
Lebih lanjut, pelatih asal Korea Selatan itu meyakini bahwa jam terbang di partai bertaraf high-intensity seperti El Clasico Indonesia sangat krusial bagi proses pendewasaan karier pemain. Pengalaman berharga di GBK diyakini akan mendongkrak rasa percaya diri mereka.
"Namun dengan menjalani pertandingan seperti ini, mereka bisa berkembang lebih baik lagi. Saya berharap kalian bisa memberikan dukungan kepada para pemain," tuturnya menambahkan.
Kepercayaan sang pelatih terbukti berbuah manis setelah Macan Kemayoran sukses mengamankan kemenangan krusial dengan skor tipis 2-1 atas Maung Bandung. Kontribusi para pemain muda dinilai turut memberikan energi positif dalam skema permainan tim.